Cewek vs ALS, Siapa Selalu Benar?

Dalan sepi malah alon-alon. (foto: gambangsemarang.com)

Jangan pernah sendirian jika berkendara di sepanjang jalan pantura!

Lha kenopo ik?

Jalan lempeng dan pemandangan yang gitu-gitu aja sering kali membuat siapa pun yang melintasinya cepat merasa bosan. Selain itu akan sangat terlihat seperti pendekar alias jomblo. Kasihan sekali kan?

Tapi, Ndes, sebenarnya yang paling kasihan itu para sopir bus ALS (Antar Lintas Sumatera). Bagaimana tidak? Ulahnya mengemudikan bus dianggap mengganggu kenyamanan pengemudi lainnya. Berikut adalah empat hal yang dilakukan sopir bus ALS membuat tidak nyaman dan bahkan membahayakan pengemudi saat melintasi jalan Pantura.

Satu. Sering Memencet Klakson yang Bikin Kaget

Klakson di kendaraan bermotor berfungsi untuk memberikan tanda (isyarat) dan peringatan. Jadi klakson ini sangat penting dan hukumnya fardhu ain. Tapi banyak pengendara khususnya motor justeru terganggu dengan klakson bus ALS. Lagi mengendarai motor sendirian. Inget mantan mau jadi manten, tiba-tiba… teeeet…teeeet…teeet…

“Hajinguk, ngaget-ngageti wong”.

Belum lagi kalo yang berkendara orang tua dan jantungan. Bahaya!

Dua. Ngebut

“Kejar tayang waktu, Bro”.

Memang jalan pantura yang lempeng menjadikan para pengendara untuk memacu kendaraan dengan cepat. Hal ini tentu sangat menakutkan!

Lebih menakutkan mana dengan terjebak nostalgia, Ndes?

Ngebut itu membahayakan: membahayakan penumpang dan pengendara lain.

Tiga. Mendahului dari Kiri

Kendaraan Pelan Gunakan Lajur Kiri!

Artinya jika memacu kendaraan dengan cepat atau saat mendahului haruslah lewat kanan. Udah ngebut, mendahului dari kiri pula. Padahal kendaraan yang didahului sudah berada dijalur kiri. Ya otomatis bannya bukan di jalan aspal, melainkan di jalan tanah atau kerikil yang tak rata. Hal tersebut membuat badan bus bergoyang kiri-kanan.

Cocote.

Jika kalian berada di dalam bus tersebut maka yang akan merasa deg-degan. Jadi, deg-degan tidak hanya saat akan bertemu mantan, Gaes.

Empat. Mengemudi dengan Pelan

Alon-alon waton kelakon.

Nah bener kui. Tapi ngawur ki mesti seng nulis. Masa pelan-pelan juga salah?

Ora ndes. Tidak jarang pengemudi, baik motor, mobil, bus, truk, merasa tidak nyaman jika ada kendaraan besar melaju dengan pelan. Terlebih jika jalannya sempit, padat, dan sedang buru-buru. Mau mendahului dari kanan tapi dari arah berlawanan padat kendaraan.

Mau mendahului dari kiri sudah tidak ada jalan. Yang ada hanya umpatan-umpatan yang berusaha disesuaikan dengan mahraj dan tajwid yang benar. Hajinguk.

Nah, kasihan kan para sopir ALS? Klakson salah, ngebut salah, mendahului dari kiri salah, mengemudikan dengan pelan juga salah. Yo lah. Yang selalu benar itu wanita, Ndes.

Sebenarnya tidak hanya sopir ALS sih, pun bagi pengemudi lainnya. Utamakan keselamatan!

Zahid Arofat : Penulis berasal dari Pati, tinggal di Semarang dan betah menjomblo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *