Klarifikasi Presiden PKS tentang Ketua DPW PKS Jateng

Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman di mobil ambulans menemani warga. (foto:gambangsemarang.com/suarajakarta.co)

Postingan pertama tentang ketua DPW PKS Jateng Kamal Fauzi yang dicopot dari jabatan ketua tanpa melalui mekanisme yang semestinya, menuai reaksi. Sebuah mobil Toyota Previa warna putih tiba-tiba parkir di halaman kantor.

Dua orang turun dari dalam mobil. Badannya tak terlalu gemuk, namun ia sangat berwibawa. Kacamata dan senyum menjadi sebuah komposisi seru yang membius. Berwibawa. Ya, sangat berwibawa.

“Assalamu Alaikum,” sebuah salam menerpa telinga.

“Wa alaikum salam,” security kantor menjawab.

“Mau minta tolong, bisa dibantu ketemu redaktur atau malah bos kantor ini mas?”

“Siap. Mohon maaf dari siapa ya?”

“Sampaikan saja, saya doktor Mohamad Sohibul Iman. Saya presiden PKS,” kata pria yang sangat berwibawa ini dengan aksen Sunda.

“Siap. Oh, ada negara baru bernama PKS ya kok presiden. Wah bapak sebagai presiden kurang mboys pak. Presiden itu harusnya dikawal Pampers, maksud saya Paspampres.”

“Sampaikan saja. Segera.”

“Sss…..si…si…siap Pak!” kali ini security mengambil sikap sempurna.

Sungguh ketegasan suara yang menggelegar itu telah meruntuhkan sikap egaliter si security. Egaliter memang menjadi sebuah syarat untuk bekerja di kantor kami.

Bukannya melapor ke boss, security itu malah lari ke dapur. Ia menyeduh kopi sachetan. Tangan kanan mengaduk kopi, tangan kiri memegang hape, matanya menatap layar. Si security itu coba stalking mantan tamunya.

Eureka…ketemu,” teriaknya bergaya filsuf menemukan sesuatu.

Yap. Mohamad Sohibul Iman adalah makhluk tertinggi dalam organisasi bernama Partai Keadilan Sejahtera. Ia lahir pas hari TNI, 5 Oktober 1965. Eh tahun 1965? Yap…tapi tahun bersejarah nan seru itu ia baru lahir lho. Lagipula kan tanggal 5 Oktober, harinya tentara. Jangan berpikiran macam-macam.

Kemampuan stalking security kantor memang luar biasa. Ia mencatat pula nama Uswindraningsih Titus sebagai istrinya. Lha ikut dan menunggu di dalam mobil kok. Dengan AC dimatikan pula.

Dari sisi pendidikan, Sohibul ini jelas sangat berpendidikan. Ia kuliah di Takushoku University, kemudian di Universitas Waseda, Japan Advanced Institute of Science and Technology. Serba wow dan serba uhuy pokoknya.

Security kantor merenung. Ia sebenarnya ingin mengajak istrinya jalan-jalan ke Kampung Pelangi. Namun apa daya kantongnya kosong. Sedangkan tamunya ini, bukan hanya pernah ke Kampung Pelangi, namun juga ke Jepang. Tak hanya jalan-jalan, tapi sekolah coy…sekolah.

Suara tokek menyadarkan lamunan security itu. Ia kemudian ke lobi kantor, menemui tamunya.

“Maaf yang terhormat bapak Presiden. Ada keperluan apa mau bertemu boss kami? Saya harus taat aturan seperti bapak. Seperti lembaga yang bapak pimpin yang selalu taat aturan, jadi harus ada sedikit interogasi kecil ini,” kata security dengan kesantunan kucing yang lapar dan menggesek kaki juragannya.

“Kalau beliau sibuk, sampaikan saja, kami mau klarifikasi tentang tulisan kemarin. Ketua DPW PKS Jateng itu tidak dicopot, diganti apalagi dipecat. Seperti katamu tadi, di PKS itu untuk mencopot atau mengganti ketua, ada mekanismenya. Kami mengenal Pemilihan raya atau Pemira. Itu yang memilih Majelis Syuro dan mengajukan nama-nama yang akan dicalonkan. Tolong sampaikan boss antum eh sampeyan. Klarifikasi ini harus ditulis dan dimuat.”

“Sebentar bapak Presiden yang terhormat. Mohon diulangi saya akan rekam dan nanti rekaman itu akan saya sampaikan mas-mas boss dan dedek-dedek gemes di redaksi.”

Maka Presiden PKS itu kemudian memberikan statemen seperti yang sudah disampaikan kepada security tadi. Aksen sundanya hilang, ia sangat Indonesia. Ketegasan suaranya seperti ketegasan seekor kucing lapar terhadap ikan asin.

“Kalau kami melanggar AD/ART dan mencopot Kamal Fauzi tanpa mekanisme Pemira, kami bisa kalah kalau di PTUN. Jadi sekali lagi kami tegaskan. Bukan dicopot atau diganti, namun Kamal Fauzi diberi tugas lain yang lebih besar karena partai sangat membutuhkan tenaganya. Adapun posisi sebagai ketua sekarang dijabat Abdul Fikri Faqih. Ia bukan menggantikan Kamal Fauzi, namun itu tugas baru dia. Wassalamu alaikum.”

Rekaman dimatikan. Sohibul berjalan gagah menuju mobilnya. Dan yang membuat security kantor terbelalak, ternyata ia nyetir sendiri.

Belum sampai terdengar suara Toyota Previa itu distarter, tiba-tiba tercium bau aneh. Kayak tai cicak.

Hajinguk….cecak ngising sembarangan. Pas irung sisan. Gak ngenak-enaki wong turu,” saya misuh-misuh.

Ternyata kebanyakan keinginan dan cita-cita dalam diri saya menyebabkan tidur siangpun bermimpi. Trus kemana sohib bernama Sohibul Iman tadi? Ya embuh, wong namanya saja cuma mimpi kok. Tapi dalam mimpi ini saya mendapat moral cerita dari pak Presiden, yakni taat aturan dan kerendahan hati sehingga mau berkunjung ke kantor yang belum dibangun itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *