Tambakrejo, Sebuah Kisah Menthog, Wali Kota dan Gubernur

Tambakrejo, tanah negara yang terancam hilang karena reklamasi pantai oleh sebuah perusahaan dan coba diselamatkan warga. (foto : gambangsemarang.com)

Nama kampungnya Tambakrejo. Ia ada di pesisir Semarang dan masuk kategori daerah astaga. Nama Tambakrejo nggak akan dikenal jika tak ada proyek besar bernama Normalisasi Banjir Kanal Timur.

“Warga menolak atau piye mas?” tanya Mitshuru, kawanku diskusi malam ini.

“Nggak lah. Justru warga mendukung karena diperkirakan akan berdampak baik. Banjir diperkirakan menghilang karena tertampung,” kataku.

Panjang lebar kemudian aku jelaskan mengenai sejarah tambak-tambak bandeng dan udang sehingga diberi nama Tambakrejo. Ada pula yang ngawur membuang hasil sedot WC ke areal itu.

Aku kemudian bercerita tentang menthog. Unggas yang masih bersaudara dengan bebek dan mayoritas sayapnya berbulu putih. Unggas itu klemar-klemer. Di kalangan manusia lebih dikenal sebagai bahan masakan jenis rica-rica.

Bulu-bulu menthog yang warnanya putih itu, seringkali dicabut dan dimanfaatkan sebagai bahan pembuat shuttle cock untuk Badminton.

“Dulu waktu aku kecil, sering ada orang yang berkeliling mengumpulkan bulu-bulu menthog ini. Lalu dijual ke pabrik shuttle cock di Muntilan,” kataku.

“Apa hubungannya menthog dengan kampung Tambakrejo mas?” tanya Mitshuru.

“Mulane rungokke to Su. Kamu itu nggak sabaran kok Su. Jadi ketika shuttle cock jadi, maka dibuatlah untuk main Badminton. Tapi ngerti nggak Su, gimana nasib menthog ketika lewat di lapangan Badminton?” tanyaku.

“Piye mas?”

“Mereka diusir. Menthog itu diusir, bahkan hanya lewat saja.”

“Trus hubungannya dengan Tambak Rejo apa?”

“Warga Tambakrejo itu kan sudah merawat dan me njaga agar tanah negara tak dicaplok perusahaan raksasa yang sekarang lagi nguruk pantai sehingga bikin abrasi disana-sini. Mereka merawat tanah negara dijadikan tambak. Benih Bandeng, Udang dan mungkin ikan lain ditebar. Tempat itu menjadi jaring pengaman sosial. Warganya bisa cari nafkah dengan halal sekaligus melindungi aset negara,” kataku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *