Alasan Putus Cinta Paling Nggak Rasional


cie…cie…

Pacaran seringkali digunakan sebagai tahap icip-icip mencocokkan setiap pasangan sebelum melanjutkan ke jenjang pernikahan. Mosok iyo, Ndes?

Tidak melulu harus melalui tahap pacaran, sebagian orang memilih berta’aruf untuk mengenal calon pasangannya sebelum menikah. Sebagian lagi entah.

Sesuai dengan hakikatnya yang bertujuan untuk mencari kecocokan pasangan membuat sebagian pelakor pelaku pacacaran tetap melek. Artinya, tetap membuka mata dan hati untuk mencari pasangan lain yang menurutnya cocok dan nyaman. Ingat, hal ini terjadi hanya terjadi pada sebagian orang lho, Ndes. Tidak pada semua pasangan.

Jika dalam hubungan sudah ditandai dengan sering bertengkar, tiba-tiba sikap pasangan berubah, atau bahkan menghilang tanpa jejak ditelan bumi bisa jadi hal tersebut mengarah pada berakhirnya sebuah hubungan pacaran.

“Lo – gue end”.

Hajinguk. Sok-sokan nggo boso ‘lo-gue’.

Nah, untuk mengakhiri hubungan pacaran yang baik, sopan, dan tidak menyakiti hati maka pihak yang memutusin haruslah menyertakan alasan. Cocote. Tetep wae perih ndes.

Alasan-alasan yang sering digunakan untuk mutusin pacar biasanya sangat mainstream.

Satu. Ingin fokus sekolah/kuliah.

Alasan ini biasanya digunakan oleh orang-orang yang masih menyandang status siswa/mahasiswa. Sebab tidak mungkin orang karir menggunakan alasan tersebut untuk mutusin kekasihnya. Lho, ya mungkin wae to, Ndes. Mahasiswa kan banyak yang sambil bekerja juga. Sekolah ya sekolah wae ra usah pacaran! (Penulise baper mergo jaman sekolah ra tau duwe pacar). Hajinguk!

Dua. Ingin fokus dengan karir.

Kalau ini adalah alasan yang digunakan oleh orang-orang yang bergelut di dunia kerja. Petani, pedagang, buruh, politisi, penyanyi, mbuh pokoke kabeh pekerjaan. Sebagian orang justru ketika memiliki pasangan dan berniat serius melanjutkan ke jenjang pernikahan justru akan memantik semangat dalam hal bekerja. Pepatahe wong biyen “Dibalik kesuksesan seorang pria, terdapat wanita hebat”.

Tiga, Tidak ingin pacaran.

Nah, ini alasan bisa dipakai oleh siapa pun. Tapi kalau dipikir-pikir kok lucu. Lha mutusin pacar kok alasannya tidak ingin pacaran. Lha selama ini sudah menjali pacaran. Kalau memang tidak ingin pacaran ya dari awal tidak usah pacaran gitu lo. Kasihan anak orang.

Empat. Ingin sendiri.

Ini lebih lucu lagi, Ndes. Tidak masuk akal. Ingin sendiri tapi masih tinggal di rumah, masih mondar-mandir mengendarai motor boncengan tiga. Lha gimana bisa sendiri? Kalau ingin sendiri ya ke hutan atau ke goa gitu. Bertapa di sana.

Nah jika kalian diputusin pacar dengan salah satu alasan di atas, jangan mudah percaya gaes! Bisa jadi alasan itu hanyalah untaian kata untuk mengelabuhimu. Bisa jadi ia telah mengejar atau justru telah menemukan penggantimu. Bisa jadi lho ya. Belum pasti.

Tapi orang yang mutusin pacarnya dengan alasan itu lebih bermartabat daripada mutusin tanpa alasan. Hajinguk!

(Zahid Arofat~Sastra Undip Semarang)

What's Your Reaction?

Mewek Mewek
0
Mewek
njelehi njelehi
2
njelehi
Hajinguk Hajinguk
0
Hajinguk
Njengkelke Njengkelke
0
Njengkelke
apik boss apik boss
1
apik boss
Ngekek Ngekek
2
Ngekek
Aseek Aseek
0
Aseek
Kemaki Kemaki
0
Kemaki
Kakekane Kakekane
0
Kakekane

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format