Anis Matta Diam-Diam Siapkan Roadmap Jadi Presiden


Anis Matta menyetir sendiri mobilnya. (foto : gambangsemarang.com / anismatta.net)

PDIP mendahului start pemilihan presiden dengan mengumumkan nama Jokowi sebagai calonnya. Itu jelas bertujuan mengunci partai lain untuk memunculkan calon-calon alternatif.

Sekarang kompetisi bergeser ke perebutan kursi cawapres. tentu sebagai pendamping Jokowi. Mosok pendamping mbah Jo yang jualan wedang rempah di belakang kantor gubernuran? Iki pilpres ndes…hajatan serius.

PKB memunculkan nama Cak Imin. PPP menawarkan Cak Romy. Anehnya, Cak Romy malah setuju kalau Jokowi dipasangkan dengan Prabowo. Andai ini yang terjadi, pilpres pasti akan emejing ndes. Yakin wis to.

Lagi asyik mikir kemungkinan pilpres di kemacetan arah timur keluar Semarang, tiba-tiba ada seorang sopir yang wajahnya sangat familiar. Sopo ik?

Mobil menepi, sopirnya keluar masuk sebuah minimarket. Beli teh botol dalam kardus kotak. Mbingungke juga.

“Assalamu alaikum. Saya kok rasanya nggak asing ya? Sopo ik?”

“Wa alaikum salam. Wah antum…gimana kabarnya? Sehat semua kan? Masak lupa, ane Anis Matta akh.”

“Astaghfirullah…..bener-bener lupa saya. Maaf banget. Lha sampeyan lama ngilang. Ngomong-ngomong nggak pengin nraktir saya nih ustadz?”

“Halah….antum tetep aja nggak berubah. Ayo kita cari lele penyet.”

Kami menuju sebuah warung penyetan. Tentu saja jalan kaki. Mobil kami tinggal di tepi jalan. Tentu mobilnya Anis Matta, lha wong gambangsemarang.com naik angkot kok. BRT ndes, penumpange cewek ayu-ayu. Rugi kalau nggak dimanfaatkan.

Sekedar info bagi yang belum ngeh. Anis Matta ini politisi senior yang jago melontarkan rayuan syar’i. Beda dengan rayuan gombal lho. Nah, karir politiknya sempat mentok di jajaran sekjen DPP PKS. Entah sudah berapa tahun atau berapa periode, sekjen PKS selalu dijabat Anis Matta.

Ini nggak mengherankan karena sekjen kan singkatan dari sekretaris jendral. Sekretaris itu tugasnya menulis. Nah sekretaris jendral itu menulisi para jendral. Heeh ora ndes? Ngawur ya?

Akhirnya melalui perjuangan yang berdarah-darah, Anis Matta bisa duduk di kursi Presiden PKS. Ini aneh, namanya sekjen, tapi nggak punya jendral, malah punya presiden. Kenthir.

Peran Anis Matta saat jadi presiden PKS itu mirip-mirip peran Akbar Tanjung saat reformasi melanda dan tuntutan pembubaran Golkar menguat. Akbar Tanjung sukses menyelamatkan Golkar dengan jargon “Golkar Ba(r)u”. Huruf “r” sengaja dikurung karena si Bang Akbar kan agak-agak cadel. Awas jangan salah baca.

Kembali ke soal Syahrini Anis Matta. Di warung penyetan itu kami berbincang panjang. Tentu soal konstelasi politik jelang pilpres.

“Ane jadi ingat, ketika semua partai rame-rame menyatakan kebulatan tekad mendukung pak Harto. Ternyata itu adalah awal runtuhnya Suharto. Kondisi sekarang sudah mirip,” kata Anis Matta.

“Lha mbok ya sampeyan coba maju. Deklarasi capres atau piye. Nanti cari cawapres yang cantik, Syahrini apa Dian Sastro apa Raisha gitu?”

“Lah, ane kan pernah jadi presiden. Ngapain juga ikut yang aneh-aneh gitu?”

“Sekadar buat ice breaking aja ustad.”

“Menarik. Tapi memang harus diakui kalau di beberapa daerah banyak yang mendorong ane jadi capres. Lha wong DPP PKS juga memasukkan nama ane jadi capres kok.”

“Kenapa nggak bisa langsung jadi trending? Beda lho sama PDIP. Begitu diumumkan, cawapresnya ngantri.”

“Itu dia. Tapi jangan salah. Kerja politik yang cerdas itu justru yang kerja dalam sunyi. Allah saja bekerja menjamin manusia juga dalam sunyi kok. Sudah ada roadmapnya. Tenang aja,” kata Anis Matta mencoba meyakinkan.

Sesaat Anis Matta diam. Tangannya buru-buru dicuci, mengambil sapu tangan untuk mengelap mukanya. Olala, rupanya matanya kecipratan sambel.

“Pedes.”

“Lha ya jelas pedes to ustad. Sambel kok. Tapi lebih pedes mana dengan realita bahwa sampeyan sudah dimasukkan sebagai capres tapi tak ada gerakan sosialisasi?”

“Antum ngomong apaan sih? Udah ah. Antum yang bayari,” Anis Matta rupanya tersinggung. Tapi tetap tersenyum.

“Lho, saya kan nggak bawa duit. Lha tadi cuma jalan-jalan kok.”

Anis Matta nggak menjawab. Ia langsung ngeloyor pergi. Sungguh nggak sopan.

Tiba-tiba gambangsemarang.com ingat sesuatu. Anis Matta dikejar.

“Hoe enteni. Kowe Dulkamdi to?”

“Wkwkwkwk…. Kapusan ndes. Aktingku isih apik to?” Dulkamdi menjawab.

Dulkamdi ini seorang sopir pribadi, wajah postur dan tutur katanya sangat mirip dengan Anis Matta. Bedanya, Dulkamdi ini kere.

Hajinguk…..diapusi!!! Kakekane tenan !!!!

What's Your Reaction?

Mewek Mewek
0
Mewek
njelehi njelehi
1
njelehi
Hajinguk Hajinguk
2
Hajinguk
Njengkelke Njengkelke
0
Njengkelke
apik boss apik boss
0
apik boss
Ngekek Ngekek
4
Ngekek
Aseek Aseek
0
Aseek
Kemaki Kemaki
0
Kemaki
Kakekane Kakekane
1
Kakekane

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format