Anomali Mas Ganjar dan Om Dirman


Tangan-tangan ini dipastikan adalah orang-orang yang mendukung si politisi. (foto:gambangsemarang.com/cnnindonesia.com)

Mengawali proses Pilgub Jateng 2018, Mas Ganjar Pranowo dengan dukungan partainya sudah mendaftar ke KPU. Tentu dengan hirup pikuk yang memacetkan pengguna jalan.

Melihat kemeriahan berbagai tetabuhan dari mas Ganjar, sehari sesudahnya Om Dirman dan mbakyu Ida Fauziah ikut mendaftar. Agar berbeda, Om Dirman dan mbakyu Ida tak pakai tetabuhan, namun memanfaatkan kebisingan suara pendukungnya. Mereka menyanyikan lagu-lagu asing. Ben wae, sing penting meriah.

Dari dua calon yang mendaftar itu, kelihatan bahwa dua calon ini masih mempercayai hal-hal tak rasional untuk mendulang suara. Mas Ganjar jelas situasinya sangat ramai karena didukung partai-partai yang besar bohongnya suaranya. Om Dirman yang ada di seberangnya, sama saja. Gabungan partai-partai asyik tentu besar juga janjinya pendukungnya.

Hal nggak rasional yang kasat mata adalah adanya orasi-orasi bahwa memilih mas Ganjar adalah pilihan tepat. Memilih Om Dirman adalah sebuah pilihan yang paling oke. Kenapa nggak rasional?

Jelas banget to, ajakan itu disampaikan di depan pendukungnya sendiri. Ini sama halnya dengan berkampanye di depan massa yang pasti memilihnya. Ketika massa pendukungnya melimpah mereka puas.

“Alhamdulillah kampanye kita hari ini dihadiri jutaan massa ya,” begitu kira-kira klaim dari tim kampanye untuk menyenangkan hati si calon.

Si calon manggut-manggut. Ia kemudian mengajak ngobrol tentang masa depan bangsa dan negara seperti yang mereka cita-citakan. Tentu saja sambil sesekali menerima telepon dan membalas pesan whatsapp dari pengurus partai yang minta dana ini itu.

Mas Ganjar dan Om Dirman, pasti juga terjebak dalam situasi ini. Harus mendengarkan tim suksesnya berbusa-busa saat berorasi meyakinkan publik pendukungnya sendiri. Namanya pendukung, ya mesti mendukung to, nggak usah diyakinkan juga tetap mendukung.

Itu adalah hal sia-sia yang dilakukan mas Ganjar dan Om Dirman.

“Tapi ini kan persepsi, kalau diberitakan, nanti kan jadi viral sehingga bisa mempengaruhi yang belum menentukan dukungan.”

Memang benar, ini soal persepsi. Bagaimana cara membangun persepsi, tapi yang perlu diingat, persepsi yang dibangun dan menampilkan hal-hal baik itu kan buatan to? Ya nggak papa. Karena kata psikolog, sebuah cerita jika disampaikan berulang-ulang akan menginternal dan diyakini menjadi sebuah kesadaran. Ya monggo saja. Boleh kok. Ngapusi? Ah, jangan suudzon, ketahuan ngapusi atau nggak itu soal nanti setelah terpilih.

Hal irrasional berikutnya lebih ke hal yang bersifat konyol. Setidaknya ini pernah dilakukan tokoh yang sekarang jadi menteri. Gimana nggak konyol, untuk makan saja blionya ini biasanya tinggal menunjuk kok. Tapi saat itu ia blionya malah makan nasi aking.

“Kan untuk menunjukkan simpati dan biar turut merasakan penderitaan rakyat.”

Emangnya dengan ikut makan nasi aking trus rakyat yang dibilang menderita itu akan jadi makmur? Nggak kan? Tapi ya nggak papa. Anggap saja ini sebuah laku tirakat politik. Nanti kalau ketemu dukun tinggal menyempurnakan menjadi sebuah niat. Selesai.

What's Your Reaction?

Mewek Mewek
0
Mewek
njelehi njelehi
1
njelehi
Hajinguk Hajinguk
1
Hajinguk
Njengkelke Njengkelke
0
Njengkelke
apik boss apik boss
0
apik boss
Ngekek Ngekek
0
Ngekek
Aseek Aseek
0
Aseek
Kemaki Kemaki
0
Kemaki
Kakekane Kakekane
3
Kakekane

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format