Burung Cinta Perusak Cinta


Burung aja berdua, masak kamu nggak? (foto: gambangsemarang.com)

Kegemaran memelihara burung jenis Love bird ternyata membola salju. Sempat diramalkan seperti tren anthurium gelombang cinta, ternyata burung cinta ini masih mampu bertahan lama. Lebih lama dibanding tren batu akik.

Namanya memang love bird, boleh juga disebut burung cinta. Aslinya dari Afrika, sampai ke Indonesia tentu bukan karena terbang sendiri. Nah siapa yang membawa pertama kali? Pasti bukan sampeyan kan?

Kesibukan para suami yang memelihara burung ini, awalnya disambut hokya-hokya oa-oe oleh para isteri. Para suami yang demen main gaple dan ronda saban hari, akhirnya takluk di bawah kicau si mungil ini.

Belakangan, kehadiran si burung cinta mulai mengusik ketenangan para mamah mamah muda. Bayangkan saja, burung kecil warna-warni nyaris saban hari dibelai. Pagi, siang, sore, malam. Burungnya sendiri malah sampai lupa minta dibelaikan ke pasangan halalnya. Edun to?

Anehnya, meski banyak saudaranya, macau, parkit palk, parkit biasa, parkit bon, rosela dan paradise atau kerabat jauh macam kakatua, nuri, kesturi, bayan, serindet, nyaris jarang yang mampu memikat para suami.

Kekenesan love bird memikat hati para suami itu, jells menjadi bahan obrolan seru dan ledekan. Berbagai kisah tentang burung langsungtersebar di berbagai platform sosmed.

Alkisah di sebuah kampung yang jauh dari kota, ada seorang pecinta lovebird amatiran. Ia membawa lovebird yang dimasukkan sebuah besek dan dilubangi untuk bernafas. Karena ada beberapa ekor, tentu ia membawa beberapa besek, sesuai jumlah burungnya. Lalu besek-besek ini diikat jadi satu dan dimasukkan sebuah keranjang kecil.

Perjalanan yang lumayan jauh mengharuskan ia naik angkutan umum pedesaan. Seperti biasa, angkudes baru jalan setelah penuh penumpang. Tokoh kita pecinta lovebird itu mulai kebingungan menaruh burungnya.

Setelah memandang sana-sini, terlihat ada celah yang bisa untuk menaruh keranjang burung itu.

“Bu, maaf. Tolong buka kakinya bu… supaya saya bisa memasukkan burung saya ke sela-sela kaki ibu,” kata tokoh kita itu.

Spontan saja ibu-ibu dan kernet gaduh. Ada yang ketawa ada yang memaki-maki. Dianggap mengumbar kalimat pelecehan dan berkata tidak senonoh. Maka tanpa babibu, kepala tokoh kita pecita love bird ini benjol terkena gagang payung.

Anekdot soal burung tentu sangat banyak yang bisa dicari atau malah sudah mendapatkan broadcast. Tapi yang jelas, lovebird itu memang bikin mamah mamah muda blingsatan karena jengkel.

Ini jelas berbeda kejengkelannya dengan kejengkelan para penyair yang berdarah-darah berproses, tiba-tiba dikejutkan penasbihan tokoh penyair esai karena si tokoh punya duit. Bahkan jaringan  pun ia mampu beli. Beda. Ini soal burung.

 

What's Your Reaction?

Mewek Mewek
0
Mewek
njelehi njelehi
0
njelehi
Hajinguk Hajinguk
0
Hajinguk
Njengkelke Njengkelke
0
Njengkelke
apik boss apik boss
0
apik boss
Ngekek Ngekek
0
Ngekek
Aseek Aseek
0
Aseek
Kemaki Kemaki
0
Kemaki
Kakekane Kakekane
0
Kakekane

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format