Ketuanya Dipecat, Ini Tips Agar Kader PKS Tak Baper


Lagu Bojo Ketikung Via Vallen setidaknya bisa menyalurkan naluri baper para kader PKS karena Ketuanya dipecat tanpa penjelasan. (foto: Gambangsemarang.com/rvwap.net)

Drama DPW PKS yang memecat Kamal Fauzi sebagai ketua dengan alasan dibutuhkan tenaga dan pikirannya untuk mengurusi Wilayah Dakwah Jawa Tengah, layak menjadi bahan renungan. Yang utama adalah karena timing atau waktu yang nggak pas. Kedua, Kamal Fauzi selaku korban yang ditikung tak diberitahu secara langsung. Namanya juga ditikung.

Ibarat orang pacaran, pernikahan sudah di depan mata, tiba-tiba gagal. Ustad Kamal Fauzi diperlakukan sebagai penghulu yang gagap. Sebagai penghulu Kamal sudah siap menandatangani dokumen nikah. Maka dokumen pilgub 2018 yang sudah ia tanda tangani barangkali kelak akan menjadi bungkus nasi kucing saja.

Malam sebelumnya ia ke Gramedia, mencari sebuah ballpoint yang beradab dan bermartabat.

“Wah Mont Blanc bagus. Tapi mahal banget,” kata Kamal.

Kamal Fauzi layak galau. Sebagai seorang ustad ia memang tak pernah mendengarkan lagu pop. Andai ia menyimak lagunya Pinkan Mambo “Kekasih Yang Tak Dianggap”, mungkin derajat kegalauannya tak mencapai level maksimal.

Galau hati Kamal Fauzi sebagai Kekasih Yang Tak Dianggap Ketua DPW PKS yang tak dianggap, tentu bukan karena ia gila jabatan. Secara personal Kamal Fauzi adalah sosok yang sederhana, nggak aneh-aneh. Ia tak gila harta apalagi jabatan.

Ketika menjadi anggota DPRD Jateng periode 2004-2009, ia bahkan setiap hari harus naik bus dan angkutan umum sejak usai salat subuh. Kamal tak memiliki mobil. Sikap itu ia pertahankan ketika pendapatannya sebagai anggota DPRD Jateng membaik.

Trus kemana duit Kamal Fauzi?

Ternyata paling banyak untuk membiayai tugas-tugas keumatan. Ia sering diminta mengisi pengajian, pulangnya tak ada uang transport, eh justru ia harus ninggali uang saku kepada sang pengundang.

“Pulangnya diberi roti Wonder itu sudah sangat luar biasa,” kata Kamal saat itu.

Pengganti Kamal adalah Abdul Fikri Faqih. Kader yang luar biasa militan dan juga sederhana seperti Kamal. Tapi Fikri hanya menjalankan amanat DPP saja. Ia tentu tidak tahu jika DPP PKS sudah terkena sindrome Via Vallen atau Nella Kharisma yang melantunkan Bojo Ketikung.

Jadi baiknya, buat antum wahai akhi dan ukhti PKS Jateng, agar jangan baper, baiknya simak aja lagu bojo ketikung. Dari lagu itu, antum-antum semua bisa belajar bahwa ketikung itu menyakitkan. Namun percayalah setiap tikungan selalu menawarkan janji masa depan yang tak kita ketahui.

a..ku kurang opo, kok koe iso tego
(aku kurang apa, kok kamu bisa tega)
opo ono salahku terus kowe nikung aku
(apa ada salahku hingga kamu menikungku)
aku kudu tak ajarno, kok aku kudu lilo
(aku harus kamu ajari karena aku harus ikhlas) []

What's Your Reaction?

Mewek Mewek
0
Mewek
njelehi njelehi
0
njelehi
Hajinguk Hajinguk
2
Hajinguk
Njengkelke Njengkelke
0
Njengkelke
apik boss apik boss
1
apik boss
Ngekek Ngekek
3
Ngekek
Aseek Aseek
0
Aseek
Kemaki Kemaki
1
Kemaki
Kakekane Kakekane
4
Kakekane

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format