Kisah Ban Vespa Jokowi Gembos


Jokowi dan vespanya

Cerita ini tak banyak diketahui masyarakat. Yang jelas kejadiannya sudah berpuluh tahun lalu, jauh sebelum Jokowi sukses. Saat itu ia tinggal di Semarang.

Siapa sangka kalau Jokowi pernah indekost bersama istrinya dan mengendarai vespa. Bukan jenis Vespa mahal semacam PX150E atau minimal P150X. Yang digunakan hanyalah Vespa Super tahun 70-an, yang font tulisannya miring itu.

Saat itu, jokowi sudah rajin ngaji.

“Saya kalau ngaji kadang berangkat pagi hari. Yang lain berangkat kerja, saya sudah perjalanan pulang ngaji,” kata Jokowi.

Pulang mengaji, Jokowi mengantar istrinya. Kemana?

“Kemanapun ia akan pergi. Lha saya nganggur tapi sudah berani rabi,” kata Jokowi.

Kisah ban vespa Jokowi gembos bermula dari kebiasaan ini. Karena merupakan satu-satunya kendaraan yang terus menerus digunakan, maka ban menjadi sangat tipis. Secara visual, ban itu sudah sangat halus.

Melintasi Simpanglima, Vespa dalam kondisi aman. Mulai oleng ketika memasuki jalan Pahlawan Semarang. Jokowi menghentikan kendaraannya.

“Wah ini bocor. Biar saya nuntun, di depan itu ada tambal ban,” kata Jokowi pada istrinya.

Mereka berjalan kaki, menuntun vespa bocor bebara ratus meter. Beruntung, pak Nani yang membuka jasa tambal ban sudah buka. Belum ada pula satupun yang datang menambalkan rodanya.

Pak Nani memeriksa sejenak kondisi ban vespa Jokowi. Tangannya sigap melepas roda belakang dan ban itu. Agar tak jatuh, vespa itu diganjal dengan paving.

“Wah pak, ini parah kondisinya. Saya rasanya tak sanggup menambal. Menambal sih sanggup, tapi saya tak menjamin bisa buat jalan tanpa bocor,” pak Nani berkata pada Jokowi.

Seperti biasanya, Jokowi tersenyum lebar. Ia melihat wajah istrinya yang berkeringat. Di balik senyumnya, ternyata ada juga aura kegelisahan. Apalagi saat melihat istrinya berkeringat.

“Trus solusinya gimana?” tanya Jokowi.

“Harus ganti ban luar. Yang itu kawatnya seudah njepat-njepat,” kata pak Nani.

Senyum Jokowi menghilang. Keringat akibat menuntun vespa semakin deras mengucur.

“Wah, saya nggak ada duit. Ini saja cuma cukup buat nambal tok,” Jokowi jujur.

Mereka semua terdiam. Pak Nani juga cerita kalau lagi nggak punya stok ban bekas.

“Nah begini saja,” kata pak Nani berseru.

Setelah kagetnya reda, Jokowi manggut-manggut dengan ide pak Nani. Wajahnya lebih sumringah dan senyum kembali mengembang.

Sepuluh menit kemudian, ban dalam sudah selesai ditambal. Ban luar yang baru juga sudah selesai dipasang. Jokowi berpamitan.

“Matur nuwun sekali njih pak, assalamu alaikum,” kata Jokowi.

“Wa alaikum salam,” jawab pak Nani sambil tertawa. Matanya tak henti memandang ban belakang vespa Jokowi yang sudah berganti. Komplit dengan tulisan TAMBAL BAN PRESS.

“Dulu tukang tambal itu menulis papan di ban bekas, biasanya ban vespa. Itu yang dipasang pak Nani. Ia rela tanpa papan nama, agar vespa saya bisa jalan,” kata Jokowi.

Tentu kisah ini bukan Jokowi presiden. Tapi ini adalah Jokowi yang seorang ustad. Jokowi yang fotonya ada di tulisan ini. [] [] []

 

 

What's Your Reaction?

Mewek Mewek
0
Mewek
njelehi njelehi
0
njelehi
Hajinguk Hajinguk
1
Hajinguk
Njengkelke Njengkelke
1
Njengkelke
apik boss apik boss
0
apik boss
Ngekek Ngekek
5
Ngekek
Aseek Aseek
1
Aseek
Kemaki Kemaki
0
Kemaki
Kakekane Kakekane
1
Kakekane

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format