Membela Karet Gelang Pasha Ungu


Yang disoal karet gelang pengikat apa gaya rambutnya? (foto:gambangsemarang.com/liputan6.com)

Dikit-dikit heboh, dikit-dikit heboh. Heboh kok dikit-dikit. Tiba-tiba ingat gaya Srimulat dalam berakrobat kata mencipta ngakak.

Setidaknya itu yang tertangkap dari publik ketika beredar foto Sigit Purnomo Said alias Pasha Ungu. Artis populer yang mengorbankan poularitasnya untuk menjadi pejabat.

Sejak awal kemunculannya, Pasha memang sering dinyinyiri. Mulai dari maju Pilkada bermodal popularitas, asyik ngerokok, ngamen dengan ketua MPR di warung kopi, hingga gaya berpakaiannya. Kasian banget.

Begini. Pasha selalu aneh-aneh bukan tanpa sebab. Ia sadar betul apa yang dilakukan. Popularitas yang dipunyai ia korbankan habis-habisan untuk masyarakat Palu. Bayangkan, berapa honor yang ia terima jika manggung bareng Ungu. Bandingkan dengan gaji resmi wakil wali kota dengan gaji resmi Rp 1,8 juta (PP no 59/2000).

Oke deh ditambah tunjangan wakil wali kota sebesar Rp 3,24 juta (Keppres 68/2001). Jadi total yang diterima dari pendapatan resmi kasat mata adalah Rp 5,04 juta. Itu jelas di bawah gaji PNS Golongan III dengan masa kerja nol tahun. Belum tunjuangan para PNS lho.

Nah, sekarang bandingkan dengan tarif manggung Ungu yang sekali manggung bisa nyampai Rp 350 juta. Kalau sebulan bisa empat kali manggung, atau seminggu sekali saja, tentu sangat nggak sebanding dengan gaji wakil wali kota.

Palu lebih dikenal dengan sayur kelornya dibanding prestasi pemerintahnya memajukan masyarakatnya. Di Palu, karena kreativitas masyarakat yang tinggi maka daun kelor bisa jadi masakan yang sangat aduhai.

Nah, Pasha tentu saja paham akan hal ini. Pasha juga paham potensi wisata sungai dan alam lainnya. Makanya Palu butuh dikenal. Palu harus populer. Dengan popularitas tinggi, nanti banyak yang akan travelling ke sono. Endingnya masyarakat akan sejahtera.

Itu impiannya. Ya impiannya. Belum jadi kenyataan bray, masih angan-angan.

Dengan gaya rambut dikuncir karet gelang yang biasa digunakan untuk mengikat es loli, Pasha berharap Palu akan ngetop, sengetop dirinya yang bisa tampil di Singapura meski sudah menjabat wakil wali kota.

“Untuk sejahtera butuh terkenal. Untuk terkenal ada dua jalan. Prestasi atau sensasi,” kata pakar publik relation.

Dari wejangan itu, Pasha memilih yang mana? Ya embuh. Simpulkan sendiri.

What's Your Reaction?

Mewek Mewek
0
Mewek
njelehi njelehi
0
njelehi
Hajinguk Hajinguk
1
Hajinguk
Njengkelke Njengkelke
0
Njengkelke
apik boss apik boss
1
apik boss
Ngekek Ngekek
0
Ngekek
Aseek Aseek
0
Aseek
Kemaki Kemaki
0
Kemaki
Kakekane Kakekane
1
Kakekane

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format