Mendeteksi Keberpihakan Jurnalis Dari Tatap Mata Foto Calon


 

Arah mata calon gubernur ke lensa kamera jurnalis foto yang mendukung atau sudah di-bookingnya. (foto: gambangsemarang.com)

Bukan rahasia kalau calon kepala daerah sudah membooking jurnalis untuk pencitraannya.

Tahapan pemilihan kepala daerah sudah masuk penentuan nomer urut pasangan calon. Hingar bingar kegaduhan saling klaim terbaik sebentar lagi menjadi santapan sehari-hari.

Saat seperti ini wajah-wajah khusus yang (tampak) bijak akan memenuhi ruang-ruang umum. Termasuk linimasa dunia maya. Wajah-wajah itu akan mengalahkan keberadaan wajah-wajah umum yang (memang) bijak di ruang-ruang khusus.

Obyek foto wajah-wajah yang seakan-akan bijak itu, tentu atas jasa seorang fotografer handal. Mereka yang dikontrak bisa saja berkilah atas nama profesionalitas, namun yakinlah mereka akan memilih calon yang mengontraknya dengan harga mahal.

Pun dengan jurnalis. Melalui karya foto jurnalistiknya bisa ditebak kepada siapa ia berpihak. Ada beberapa ciri khusus dalam karya foto jurnalistik yang secara tak sadar menjadi petunjuk bapak Presiden keberpihakan dia.

Pertama, jumlah foto yang dipasang. Jumlah yang banyak dipasang oleh jurnalis tertentu di media tertentu, secara tak sadar adalah petunjuk. Logikanya, karena ingin jagonya populer, maka ia memasang jumlah foto yang sangat banyak.

Kedua, foto candid yang keren. Foto-foto yang seakan-akan candid yang keren dan menjadi kelihatan bijak itu, bukanlah foto natural. Para calon kepala daerah ini bisa diminta berakting agar kelihatan bijak dan natural. Nah, yang paling terlihat humanis itu selain karena bakat akting si calon kepala daerah, juga karena jurnalis foto yang jago mengarahkan gaya.

Ketiga, tatapan mata. Dari tatapan mata foto calon, terutama ketika berfoto bareng dengan lawannya menjadi petunjuk yang sangat kuat. Arah pandang mata foto calon akan melihat ke lensa kamera pemotretnya.

Dari pandangan ke lensa jurnalis foto ini, kita bisa menebak dari koordinat dan kerumunan mana foto itu diambil. Maka jangan heran, jika si jurnalis foto berusaha netral atau malah golput, maka dalam produk foto yang dihasilkan justru si calon akan ungkur-ungkuran.

Obyek foto, akan nyaman difoto oleh pendukungnya sendiri. Maka tatapan matanya tentu menatap lensa kamera yang mendukung.

Ini hanya ilmu kira-kira. Jangan percaya. Yang pasti Pilkada ini jadikan ajang kegembiraan saja. Boleh ngakak-ngakak ketika melihat kekonyolan-kekonyolan yang diperagakan calon. Ngakak hanya bisa dilakukan oleh yang sudah terbebas dari kepentingan.

What's Your Reaction?

Mewek Mewek
0
Mewek
njelehi njelehi
0
njelehi
Hajinguk Hajinguk
1
Hajinguk
Njengkelke Njengkelke
0
Njengkelke
apik boss apik boss
0
apik boss
Ngekek Ngekek
1
Ngekek
Aseek Aseek
0
Aseek
Kemaki Kemaki
0
Kemaki
Kakekane Kakekane
1
Kakekane

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format