Pentingnya Sudirman Said Berdangdut Koplo


OM Sera, cukup ngetop dan joss buat kampanye. (foto:gambangsemarang.com)

Tahapan pilgub Jateng terus berjalan. Para calon baik mas Ganjar Pranowo maupun om Dirman mulai membentuk tim sukses kampanye. Mas Ganjar banyak memanfaatkan media baik medsos maupun media pers, om Dirman terlihat masih gagap.

Nggak papa, sekarang kan masih tahap awal. Perlu dong memetakan kesenangan masyarakat Jateng. Bukankah hanya saat pemilu saja masyarakat terhibur? Baik oleh kampanye maupun oleh janji.

Banyak pihak yang khawatir kalau pilgub Jateng akan bernuansa SARA seperti di DKI. Alasannya sepele, karena partai pengusung om Dirman sama dengan yang mengusung duet Anies-Sandi di DKI. Itulah sebabnya, om Dirman kayaknya butuh dangdut koplo untuk membantah kekhawatiran itu.

Lho?

Iya benar. Anak muda milenial yang menjadi pemilih itu ada sekitar 30%. Ini bukan angka yang kecil bagi penghamba suara seperti calon gubernur. Nah, anak milenial itu berbeda dengan anak-anak generasi sebelumnya. Jika sebelumnya, sangat loyal pada jenis musik yang tren, anak milenial lebih realistis dan rasional, yakni asal enak dinikmati.

“Ngapain dengar lagu yang njlimet?”

Dari kaum milenial itu, banyak pula yang secara pasif menjadi pelakor. Pelantun lagu Korea. Tanpa mereka tahu arti lirik lagunya. Namun lima menit kemudian, lagu Korea itu bisa saja dimatikan dan diganti Jaran Goyang.

Belajar dari kampanye di DKI, karena nuansa yang diusung memang bernuansa agama, membawa agama masuk ranah politik. (Atau politik yang memanfaatkan momentum isu sentimen agama?). Jateng setidaknya bisa berbeda jika membawa Dangdut Koplo ke kontestasi Pilkada. Alasannya sepele.

Pertama, Dangdut Koplo tidak mengubah perilaku masyarakat! Catat! Tidak mengubah perilaku. Bisa jadi ada goyangan seronok, mungkin ada tarian agak erotis.

Kita lihat, adakah penggemar dangdut koplo yang berpakaian menirukan artisnya? Bandingkan dengan penggemar rock atau jazz. Banyak penggemar rock yang kemudian berpakaian celana jeans sobek-sobek saat menonton konser.

Penggemar jazz apalagi. Nyaris penonton musik jazz didominasi kaum berjas dan berdasi, seperti penyajinya. Tapi adakah penonton dangdut koplo yang mengenakan “jambul badai akhirat” atau mengenakan stocking lengkap dengan rok mini dan tank top serta model alis membadai surga? Nggak ada kan?

What's Your Reaction?

Mewek Mewek
0
Mewek
njelehi njelehi
0
njelehi
Hajinguk Hajinguk
1
Hajinguk
Njengkelke Njengkelke
0
Njengkelke
apik boss apik boss
0
apik boss
Ngekek Ngekek
0
Ngekek
Aseek Aseek
2
Aseek
Kemaki Kemaki
0
Kemaki
Kakekane Kakekane
1
Kakekane

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format