Pleidoi Koruptor Berbudi Luhur


Bupati Purbalingga Tasdi mengacungkan salam metal, salam khas PDIP. Entah apa maksudnya. (foto:gambangsemarang.com / tempo)
Benarlah. Setelah bupati Purbalingga tertangkap KPK, saya mendapat tugas menggali cerita yang berbeda tentang korupsi dan koruptor. Hajinguk. Tugas yang bikin aras-arasen.
Saya hubungi seorang yang pernah divonis korupsi. Ia punya perspektif berbeda tentang korupsi. Ia juga tak mau jika korupsi disederhanakan menjadi seperti maling atau perampok biasa.
“Tolong nanti ditulis apa adanya. Sebelum memulai obrolan, saya ingin menyampaikan maaf. Saya memang koruptor. Koruptor sejati yang sekoruptor-koruptornya koruptor. Makanya saya mohon maaf kepada masyarakat yang sudah merasa saya rugikan,” katanya sambil tersenyum.
Saya menyimak. Ingat nasihat mas Eko Tunas, sastrawan Semarang karib Emha Ainun Nadjib dan Ebiet G Ade, bahwa memperhatikan orang berbicara jauh lebih efektif dibanding merekam atau mencatat.
Sang Koruptor itu melanjutkan obrolannya. Baginya, korupsi adalah perpaduan ketelatenan, kelihaian, kemampuan manajerial, naluri berkuasa, dan keinginan menjadi orang berpengaruh. Jadi untuk menjadi koruptor dalam kelas paripurna, butuh proses yang tak pendek.
“Panjang prosesnya. Dan proses itu harus dilakukan pelan-pelan, kalau dalam bahasa ibadah ya seperti…. apa itu? Tuma’nina. Nggak bisa terburu-buru,” katanya.
Saat ini, para koruptor yang ditangkap, adalah koruptor-koruptor yang tak bisa menjaga martabat dan tak bisa memberi nilai sebuah proses. Mereka ingin menjadi koruptor secara instan. Salah satunya dengan menawarkan diri menjadi pemimpin.
“Itu salah. Koruptor sejati harus rendah hati. Jika tertangkap harus mengakui terus terang. Jangan kemudian menyalahkan orang lain. Tunjukkan wajah bersalah, jangan malah memberi salam yang jadi ikon partai politik. Itu menunjukkan ia mau berlindung pada induk yang sudah ia setori duit korupsi,” katanya.
Ia berpuasa, meski demikian ia menawari sebatang rokok. Juga kopi.
Koruptor, katanya, tak boleh menjadi pelarian. Ia harus bertanggung jawab secara hukum atas apa yang dilakukannya.
“Makanya saya ini tersinggung berat ketika banyak koruptor-koruptor instan saat ditangkap malah sibuk berkilah bahwa mereka tak salah. Itu bukan koruptor, itu celeng. Asu. Bajingan itu. Koruptor itu meski sering dianggap penjahat tapi warga terhormat,” katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa proses menjadi koruptor jika tak didasari dengan niat tulus dan ikhlas, sebaiknya jangan. Sebab itu hanya akan menghancurkan nama baik koruptor.
“Koruptor tak boleh bebal. Ketika ada kawannya yang tertangkap, ia harus siap bertindak kooperatif dengan penegak hukum. Apalagi yang sedang dalam proses maju pilkada. Harus fair. Jangan korbankan diri sendiri untuk menyelamatkan partai dan misinya. Koruptor itu bukan personal, tapi kerja berjaringan,” katanya.
Saya makin mumet dengan ceritanya. Vonis beberapa tahun yang diterimanya rupanya sudah membuat ia menjadi tak sehat secara nalar.
“Pesan saya, jika mau nulis tentang koruptor, cobalah pakai perspektif saya. Perspektif bahwa korupsi itu hanya soal giliran. Perspektif bahwa masih ada korupsi yang tingkatannya njelehi, yakni mengkorupsi anggaran pemberantasan korupsi. Mengkorupsi anggaran pembahasan pemberantasan korupsi. Dan akan berpuncak pada mengkorupsi yang ia sendiri tak tahu apa yang harus dikorupsi,” pesannya.
Saya berpamitan dan bingung mau menulis apa. Redaksi sudah beberapa kali menghubungi, namun saya cueki.
“Assalamu alaikum, maaf mas, saya dari panitia pembangunan mushala anu, ingin bersilaturahmi,” sebuah suara menghentak. Bersamaan dengan itu, suara adzan ashar terdengar dari Musholla al Hidayah kampungku. Kayaknya sih suara pak Muhtar.
Oalah, kere. Ternyata aku belum ngapa-ngapain dan malah sibuk melamun di teras depan. Trus tentang pesanan tulisan redaksi, aha jangan khawatir karena itu juga bagian dari lamunan saya, agar merasa dibutuhkan kantor tempat saya bekerja.
edhie prayitno ige ~ penulis asal Muntilan, mukim di Semarang

What's Your Reaction?

Mewek Mewek
0
Mewek
njelehi njelehi
2
njelehi
Hajinguk Hajinguk
2
Hajinguk
Njengkelke Njengkelke
0
Njengkelke
apik boss apik boss
0
apik boss
Ngekek Ngekek
1
Ngekek
Aseek Aseek
0
Aseek
Kemaki Kemaki
0
Kemaki
Kakekane Kakekane
3
Kakekane

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format