Rumah Cimanggis, Silogisme Move On Pak JK


Adolf Heuken menyebut Rumah Cimanggis sebagai contoh arsitektur terbaik di ommelanden Batavia abad ke-18. (foto:gambangsemarang.com/liputan6.com)

Ada geger genjik di Depok. Penyebabnya sepele, rumah Cimanggis yang diyakini sebagai pegiat sejarah bernilai sejarah tinggi hendak dirobohkan dan digantikan dengan kampus megah Universitas Islam International Indonesia (UIII).

Para pegiat sejarah itu bahkan sampe bikin petisi segala. Entah bagaimana nasib petisi itu sekarang. Nah, kabar terbaru datang dari pak JK. Blio ini menyebutkan bahwa Rumah Cimanggis tak layak jadi situs, karena merupakan rumas istri muda seorang gubernur korup.

Banyak yang kesulitan memahami gaya berpikir pak JK ini. Namun sesungguhnya, blio ini sedang memperkenalkan kaidah silogisme jaman now. Ingat, jaman now ya.

Tau to, kaidah silogisme yang dikenal sekarang ini itu produk Yunani. Eropa cuy, eropa bukan Indonesia yang religius! Wajar kalau kaidah silogisme pak JK terlihat aneh, karena memang sangat religius.

Begini. Rumah Cimanggis itu tak lebih dari sebuah kisah masa lalu yang buruk. Sebagai pejabat jaman now, tentu saja pak JK pengin move on. Ini ada kutipan yang menegaskan.

“Rumah itu, rumah istri kedua dari penjajah yang korup. Masa situs itu harus ditonjolkan terus. Jadi rumah istri kedua gubernur yang korup,” kata pak JK di kantornya, Jakarta, Senin (15/1/2018).

Kembali ke silogisme. Silogisme made in pak JK itu jelas silogisme baru di bumi. Jika silogisme kuno begini :

Premis 1 : Pak JK adalah pejabat

Premis 2 : Semua pejabat pasti bijaksana

Kesimpulan : Pak JK pasti bijaksana.

Itu silogisme kuno. Bikinan Yunani. Nah pak JK memperkenalkan silogisme baru seperti ini.

Premis 1 : Rumah Cimanggis milik koruptor

Premis 2 : Rumah koruptor bukan situs sejarah

Kesimpulan : Jika bukan situs sejarah, kok nggak boleh dirobohkan?

Intinya, pak JK pengin bilang kalau rumah koruptor itu bukan situs sejarah. Kalau bukan situs sejarah, mengapa harus dipertahankan. Nggak salah kan? Bijak, kan? Inilah logika yang sulit dipahami para pegiat sejarah.

Sekali lagi pak JK adalah pejabat bijak. Itu sikap nyata perlawanan terhadap korupsi dan representasi move on dari paradigma sogok menyogok. Dengan silogisme ini, ke depan diharapkan akan banyak rumah pejabat korup yang bisa dirobohkan.

Pak JK sedang mengajak agar masyarakat tak perlu berpikir tentang masa lalu. Jalan Anyer-Panarukan itu karena dibangun jaman Gubernur Jendral Daendels dan banyak melahirkan koruptor, ke depan bisa saja ditutup untuk dijadikan arena reuni alumni 212.

Jika dalam sidang nanti Setya Novanto dinyatakan bersalah karena korupsi, Gedung DPR RI di Senayan itu, kapanpun bisa saja dirobohkan tanpa perlu rame-rame. E-KTP yang pembuatannya bisa lebih lama dari membangun pesawat, bisa dinyatakan tak berlaku!

Rumah-rumah para pesakitan di penjara koruptor Sukamiskin, boleh dirobohkan. Elok bukan?

Ketika pak JK dikritisi Faisal Basri karene menyebut bahwa pencairan dana bail out Bank Century dilakukan Sabtu dan Minggu, sementara jejak transaksi yang ditemukan BPK ternyata hari Senin, 24 Desember 2008, bukan berarti pak JK berbohong, tapi karena lupa. Tegakah menyalahkan orang lupa?

Jadi sekali lagi, pak JK itu mengajak move on. Tak perlu ada isu-isu kuminis, tak perlu ada pengadilan korupsi, tak perlu ada balikan ke mantan. Bahkan ketika isteri atau suami sudah dianggap asmara masa lalu, dan kita butuh yang baru, boleh kok cari gebetan baru!

Yang penting akan jadi situs masa depan. Tak perlu belajar sejarah, yang jelas hubungan dengan masa lalu harus lo gue end! Paham? Simak deh pernyataan lengkapnya.

“Rumah itu rumah istri kedua dari penjajah yang korup. Masa situs itu harus ditonjolkan terus. Jadi, rumah istri kedua gubernur yang korup, masa mau menjadi situs masa lalu. Yang mau kita bikin di situ situs masa depan,” kata Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantornya, Senin, 14 Januari 2018, menyikapi aksi protes menolak Rumah Cimanggis dirobohkan.

Untuk pelengkap menurut ketua Ratu Farah Diba, Rumah Cimanggis adalah bagian dari integritas sejarah Depok, bahkan bagian dari sejarah kolonial di Indonesia. Kalau Rumah Cimanggis hilang, maka sejarah tersebut menjadi tidak utuh.

Bangunan dari abad 18 yang disebut-sebut contoh arsitektur rumah terbaik di ommelanden Batavia oleh Adolf Heuken itu saat ini kondisinya terbengkalai.

 

What's Your Reaction?

Mewek Mewek
0
Mewek
njelehi njelehi
0
njelehi
Hajinguk Hajinguk
1
Hajinguk
Njengkelke Njengkelke
0
Njengkelke
apik boss apik boss
0
apik boss
Ngekek Ngekek
0
Ngekek
Aseek Aseek
0
Aseek
Kemaki Kemaki
1
Kemaki
Kakekane Kakekane
1
Kakekane

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format